Air Terjun Pinaras
Jumat, 02 Mei 2014
Minggu, 02 Februari 2014
Ekaristy Rosario Paat: Detik-detik Bencana 15 Januari 2014
Ekaristy Rosario Paat: Detik-detik Bencana 15 Januari 2014: TRAGEDI BANJIR BANDANG 15 JANUARI 2014 07.00 : Masuk kerja @ MM Tikala. sebelumnya sudah ada firasat pasti akan terjadi sesuatu hari itu. K...
Detik-detik Bencana 15 Januari 2014
TRAGEDI BANJIR BANDANG 15 JANUARI 2014
07.00 : Masuk kerja @ MM Tikala. sebelumnya sudah ada firasat pasti akan terjadi sesuatu hari itu. Karena air yang mengalir dijembatan yang biasanya saya lewat tiap hari itu tidak seperti biasanya. Airnya sedikit lagi mnyentuh jalan.
07.30 : Semua karyawan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya.
07 40 : security yang lagi off datang langsung menemui saya dan meminta izin untuk pergi ke area belakang bersama saya agar dapat melihat aktivitas air yang mengalir saat itu. betapa kagetnya saya setelah melihat airnya naik hampir menyentuh pembuangan. saya langsung mengkonfirmasikan ke storemen agar segera melakukan evakuasi atas barang2 yang mungkin saja akan terkena banjir... kami karyawan langsung menyelamatkan beberapa barang2. aktivitas kami memakan waktu berjam-jam.
to be continue............
07.00 : Masuk kerja @ MM Tikala. sebelumnya sudah ada firasat pasti akan terjadi sesuatu hari itu. Karena air yang mengalir dijembatan yang biasanya saya lewat tiap hari itu tidak seperti biasanya. Airnya sedikit lagi mnyentuh jalan.
07.30 : Semua karyawan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya.
07 40 : security yang lagi off datang langsung menemui saya dan meminta izin untuk pergi ke area belakang bersama saya agar dapat melihat aktivitas air yang mengalir saat itu. betapa kagetnya saya setelah melihat airnya naik hampir menyentuh pembuangan. saya langsung mengkonfirmasikan ke storemen agar segera melakukan evakuasi atas barang2 yang mungkin saja akan terkena banjir... kami karyawan langsung menyelamatkan beberapa barang2. aktivitas kami memakan waktu berjam-jam.
to be continue............
Senin, 18 November 2013
Selasa, 22 Oktober 2013
Women Is....?
Women is….?
Ketika Tuhan menciptakan Wanita, Dia lembur pada hari keenam.
Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Tuhan?”
“Sudahkah engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”
“Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastic. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan mampu menjaga banyak anak saat bersamaan. Punya pelukkan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukkan…, dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”
Malaikat itu takjub….
“Hanya dengan dua tangan?... imposible!”
Dan itu model standard?!
“Sudahlah Tuhan, cukup dulu unutuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya”.
“Oh…Tidak, saya akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya”.
“Oh yah dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu.
“Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?”.
“Yah… Saya membuatnya begitu lembut. Tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Saya berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa”.
“Dia bisa berpikir?”, Tanya Malaikat.
Tuhan menjawab :
“Tidak hanya berpikir, dia mapu bernegosiasi”.
“Tuhan , Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh ! seolah terlalu banyak beban baginya”.
“Itu bukan lelah atau rapuh… itu air matanya”. Koereksi Tuhan.
“Untuk apa?”, Tanya Malaikat
Tuhan melanjutkan :
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggan”.
“Luar biasa, Engkau jenius Tuhan”, kata Malaikat.
“Engkau memikirkan segalah sesuatunya, wanita ciptaan-Mu ini akan sangat menakjubkan!”.
“Yah…Mesti!”
“Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki”
“Dan mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri”.
“Dia mampu tersennyum bahkan saat hatinya menjerit”.
“Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
“Dia berkorban demi orang yang dicintainya, mampu berdiri melawan ketidakadilan”.
“Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik”.
“Dia menerunkan dirinya untuk keluarganya”.
“Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat”.
“Cintanya Tanpa Syarat”
“Dia menangis saat melihat anaknya pemenang”
“”Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa”.
“Dia begitu bahagia mendengan kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit & kematian”.
“Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukkan dapat menyembuhkan luka”.
“Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita….
Dia lupa, Betapa Berharganya Dia….”

Langganan:
Postingan (Atom)


