EKARISTI
ROSARIO PAAT itu nama yang paling indah, yang di kasih sama
papa. Dibalik nama yang indah itu ada cerita
yang sangat mengesankan bagi keluarga kami. Sebelum saya dilahirkan,
mama saya mempunyai 2 orang anak laki-laki. Pertama, Fransisco Yakobus Paat dan
yang kedua Bonny Patricio Paat. Orang tua saya berpikir cukup 2 anak saja, jadi
mama menggunakan alat digital untuk mencegah mama mengandung lagi. Tapi itu
hanya sia-sia, setelah beberapa lama kemudian mama merasakan hal yang aneh pada
dirinya, Mama dan papa segera ke dokter untuk periksa alat pencegah kehamilan
sekaligus kesehatan mama. Mereka kaget sekali stelah mendengar hasil dari
dokter,kalo sebenarnya mama saya sudah mengandung. Saat itu juga papa saya
ketakutan,papa saya takut jika suatu saat nanti bayinya lahir pasti akan sulit
keluar karena masih ada alat yang tertanam didalam tubuhnya mama. Dokter juga
mengatakan akan sulit, ada kemungkinan jika bayinya lahir bersamaan dengan alat
pencegahnya itu pasti alatnya akan menempel dikulit bayi dan akan menimbulkan bekas
nantinya yang ga bisa hilang.
Selama 9 bulan berjalan papa ga
putus2nya memanjatkan doa demi kelancaran persalinan mama dan demi kesehatan
saya juga.Perayaan Ekaristi pada hari minggu dan Doa Rosario tak pernah papa
tinggalkan. Saat waktunya mama melahirkan, mama langsung dilarikan keRs. Gunung
Wenang Manado yang sekarang sudah direnovasi menjadi gedung Hotel Berbintang
“Peninsula Hotel”.
Sayang, pada saat mama dilarikan ke
Rs, papa tidak menemaninya karena papa sedang sibuk mengurus pertemuan MUDIKA
pada awaktu itu,papa juga tidak tau yang mana mama akan dibawa ke rumah sakit
saat itu. Setelah papa tahu beliau langsung datang kerumah sakit. Sampai disana
papa langsung berdoa terus menerus sampai proses melahirkannya selesai. Betapa
senangnya papa ketika mendengar dan melihat sendiri, alat pencegah kehamilan
mama keluar lebih dulu sebelum bayinya keluar. Didalam benaknya papa, bayi yang
akan keluar itu kemungkinan laki-laki soalnya didalam ruang bersalin ada
sekitar 9 ibu-ibu yang melahirkan 8 diantaranya melahirkan seorang bayi
laki-laki. Ternyata analisanya meleset, mama saya melahirkan seorang bayi
perempuan yang cantik. Tak piker panjang papa langsung memberikan sebuah nama
yang indah yaitu “Ekaristi Rosario Paat” Beliau bersyukur karena Tuhan sudah
mengabulkan permohonannya lewat Perantaraan Bunda Maria.
Yang membantu proses melahirkan mama
adalah seorang Biarawati dan seorang awam yang bisa dibilang dia itu keluarga
kami. Biarawati itu sempat mengeluarkan kata-kata yang mengkagetkan mama serta
papa saya. Katanya, “Bayi ini sangat cantik, gimana kalau dia besar nanti masuk
biarawati saja..” orang tua saya tertawa sambil mengucapkan “ia kalau dia umur
panjang dan jika Tuhan berkehendak yah Suster..”
Waktu berlalu begitu cepat, tak
terasa saya sudah menginjakkan kaki di sekolah dasar.Tak terasa juga mamaku
mengandung lagi. Diperkirakan tetangga, pasti mama saya bayinya kembar, karena
kami juga punya keturunan kembar dari sebelah Papa. Perutnya juga semakin hari
semakin besar.
Detik2 dimana kelhiran adik saya
datang papa bingung harus buat apa, mama terlanjur sakit perut dijalan, tanpa berpikir panjang keluarga saya
langsung mampir di kampung sebelah dirumahnya bidan yang pada waktu itu masih
bekerja di rumah sakit. Disementara perjalan air ketubannya keluar, papa
semakin bingung karena mereka belum sampai dirumahnya seorang bidan itu.
Setelah mereka tiba, langfung bergegas memanggil bidan. Papa masih bingung
karena sudah beberapa jam di dalam kamar bayinya belum-belum keluar. Tak lama kemudian bidannya keluar dari kamar
dan menyuruh papa untuk masuk mungkin jika papa ada disamping mama bayinya bisa
keluar. Dan ternyata bidan itu betul, setelah papa berada disampingnya mama,
bayinya keluar dengan lancar, haaa Puji Tuhan bayinya perempuan, lahir tepat jam
6 soreh pas Doa Angelus dimulai dan juga bertepatan dihari Minggu Palma. Papa
langsung menamainya Angelus Palma.
Betapa senangnya keluarga saya pada waktu itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar